Header Ads

Header ADS

Nidia Noviana, Mengembalikan Kejayaan Superhero Indonesia lewat Jtoku Indonesia

Coba tanya anak-anak zaman sekarang, siapa superhero pahlawan mereka? Hampir bisa dipastikan jawaban mereka adalah Batman, Iron Man, Power Rangers, Doraemon, dan pahlawan 'impor' lainnya. Apakah masih ada yang kenal Gatot Kaca, apalagi Gundala Putera Petir? Kondisi inilah yang ingin diubah oleh Nidia Noviana dan tim Jtokufilm dalam Rumah Produksi Jtoku Indonesia. Idealisme mereka berjalan seiring dengan performa bisnis mereka juga.

Jtoku Indonesia didirikan pada tahun 2005 oleh Nawa Rie Eda atau Ade Irawan. Jtoku merupakan singkatan dari Yogya Tokusatsu. Tokusatsu yang berasal dari bahasa Jepang artinya gambar bergerak yang diberi spesial efek. Sejak pendiriannya, Jtoku bertujuan untuk mendidik generasi bangsa ini melalui nilai-nilai moral yang ada dari para superhero asli Indonesia. Jtoku terinspirasi dari superhero berbagai negara seperti Jepang maupun Amerika Serikat. Namun, ketika dieksekusi menjadi film, karakternya dibuat menjadi asli Indonesia seperti Pocongman, Garudaman, Borneoman, Gatot Kaca, Komodo Dragon, dan masih banyak superhero lain dengan kearifan lokal masing-masing.


Nidi, panggilan akrab Nidia Noviana, merupakan mahasiswi S1 Program Studi Elektronika & Instrumentasi FMIPA UGM, saat baru bergabung dalam rumah produksi Jtoku tahun 2006. Nidi bergabung saat Jtoku sedang memproduksi Pocongman dan mengadakan Festival Pop Culture di Yogyakarta. Banyak pihak yang meragukan dan menyangsikan bahwa usaha kreatif seperti Jtoku Indonesia ini akan laku atau bertahan. Namun di tangannya, Nidi yang memiliki kemampuan marketing dan manajemen yang dikuasai murni secara otodidak ini mengubah Jtoku Indonesia bukan sekedar rumah produksi biasa, melainkan menjadi bisnis profesional yang telah mengekspor produknya ke berbagai negara, seperti| Amerika, Eropa, Australia, dan Asia semenjak 2010.

Kiprah dan prestasinya pun membuat Nidi yang sebelumnya hanya marketing, menjadi salah satu pemilik dari Jtoku Indonesia. Tidak heran, Nidi juga memiliki rumah produksi lain seperti Artivity Kreasi, yang menangani produksi video serta company profile.

Selain memproduksi film-film bertema superhero Indonesia dalam Jtoku film, Jtoku Indonesia juga memiliki divisi Jtokucostume, yang menjual berbagai kostum untuk pertunjukan, film, atau cuma untuk koleksi hobi.

Selain Jtokufilm dan Jtokucostume, divisi lainnya di Jtoku Indonesia adalah Jtokustudio yang merupa­kan "dapur” untuk mengolah semua ide kreatif yang akan direalisasikan, mulai dari desain, editing, ilustrasi, komik, dan sebagainya.

Karya yang paling populer dari Jtoku Indonesia saat ini adalah Gatotkaca. Awalnya, Jtoku membuat trailer 31 episode awal yang diputar di YouTube. Dari ratusan ribuan viewers yang menonton, didapatkan data demografi dan statistik mereka bertambah 1 - 2 ribu per harinya, Hal ini dita­warkan kepada perusahaan-perusahaan komersial untuk melakukan product placement atau sponsorship, Dari situlah biaya produksi episode-episode serial Gatotkaca didapatkan.

Nidi sendiri pernah menjadi pemenang favorit kompetisi Wirausaha Muda Mandiri tahun 2012. Hal ini, membuktikan bahwa Jtoku Indonesia mampu bersaing dengan bisnis-bisnis kreatif konvensional yang telah ada dan menjamur di Indonesia. Nidi bersama dengan Nawa yang merupakan Creative owner Jtoku Indonesia ingin membuktikan bahwa Indonesia memiliki budaya yang sangat hebat dan bisa sejajar dengan bangsa lain. Jtoku Indonesia pun maju dengan slogan, ’’Dari Yogya untuk Indonesia, dari Indo­nesia untuk Dunia.”

Tips dan Quote

'YouTube dapat digunakan sebagai viral marketing. Video-video superhero atau science fiction berspesial etek yang disebarluaskan pengguna internet secara tidak langsung mempromosikan kostum, desain grafis, video editing, dan banyak produk lainnya yang dapat dijual.

Kontak

Mau mendukung Jtoku Indonesia? Kunjungi dan subscribe channel YouTube-nya di http://youtube.com/jtokufilm.

Nidi sendiri bisa dihubungi lewat e-mail nidiviana@gmail. com atau Twitter ®nidiviana.




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.