Header Ads

Header ADS

Iswahyudi, Tokoh Penerbang Indonesia


Pendidikan yang ditempuhnya mempunyai kemiripan dengan Bapak Penerbang Indonesia, Mas Agustinus Adisucipto. la bersekolah di HIS ( Hollandsche Inlandsche School), MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) di Surabaya, dan AMS di Malang sebelum akhirnya mengikuti pendidikan Seko­lah Penerbangan (Militaire Luchtvaart Opeiding School) hingga mendapatkan 'Klein Militaire Bre­vet' di Kalijati, Jawa Barat. Akhir hidupnya juga mem­punyai kemiripan dengan Adisucipto dan namanya juga diabadikan untuk nama salah satu lapangan ter­bang di Indonesia. Dialah Iswahyudi, kelahiran Sura­baya tanggal 15 Juli 1918.

Ketika Jepang menduduki Indonesia, Iswahyudi turut diungsikan Be­landa ke Australia. Se­kitar setahun kemudi­an, 1943, Iswahyudi berhasil melarikan diri dari Negeri Kangguru tersebut dengan me­naiki perahu karet. Is­wahyudi kemudian bergabung dengan TKR Jawatan Pener­bangan yang merupa­kan cikal bakal AURI.

Setelah Indonesia merdeka, Iswahyudi dan Abdul Halim Perdana Kusuma ditunjuk sebagai wakil AURI pada Komandemen Tentara Sumatera dan mendapat tugas khusus mencari bantuan senjata ke luar negeri.

Iswahyudi dan Abdul Halim Perdana Kusuma ber­hasil selamat sampai di Thailand, namun sepulangnya mereka dari menjalankan tugas negera tersebut pesa­wat yang mereka kemudikan mengalami kecelakaan di Tanjung Hantu, Malaysia. Iswahyudi gugur sebagai kusuma bangsa pada peristiwa tanggal 14 Desember 1947 tersebut. Jenazahnya kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Pemerintah Indonesia mengangkat Marsda Anu­merta R. Iswahyudi sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1975 dan mengabadikan namanya untuk nama lapangan terbang di Maospati, barat kota Madiun, Jawa Timur.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.