Header Ads

Header ADS

Hendrik Tio, Mempelopori Toko Online di Indonesia dengan Bhinneka


Hendrik Tio adalah pendiri dan CEO Bhinneka.com. Toko online ini sudah berumur hampir 15 tahun, didirikan Hendrik Tio pada tahun 1999. Hendrik menemukan bahwa industri e-commerce di luar negeri mengalami perkembangan yang bagus pada awal tahun 2000. Melihat kenyataan itu, maka Hendrik termotivasi untuk menciptakan toko online di dalam negeri.

Akan tetapi, cikal bakal Bhinneka sudah ada pada tahun 1993. Sebelumnya, hendrik sudah menjadi distributor printer dan komputer. Usaha Hendrik terkena guncangan pada saat terjadi krisis moneter. Ia kemudian memutuskan untuk melakukan sebuah terobosan dengan membuat toko online agar lebih efektif dan efisien.

Pada waktu Hendrik mendirikan Bhinneka, internet tidak hanya mahal tetapi juga lambat. Selain itu, masyarakat belum banyak yang mengenal internet dan siap berbelanja online. Alhasil, Hendrik Tio mengalami kegagalan dalam menjual produk-produknya. Namun, keadaan ini berubah sejak tahun 2006 di mana orang mulai mengenal internet dan masyarakat mulai belanja secara online karena sudah banyak muncul penjual online.

Kendati demikian, Hendrik juga menemukan tantangan karena ia mendapati bahwa masyarakat belum terlalu percaya dengan cara pembayaran bila membeli secara online. Kurangnya kepercayaan masyarakat pada toko online, karena memang beberapa toko online memang ada yang tidak bertanggung jawab. Ketika mereka menjadi korban penipuan, maka mereka jadi takut membeli secara online meskipun ada toko lain yang sebenarnya profesional dan bukan toko fiktif.

Hendrik mengeluarkan modal Rp 100 juta untuk mendirikan toko onlinenya pada tahun 1999. Namun, tokonya belum mengalami perkembangan yang bagus. Internet masih sangat payah pada waktu itu dan juga ada keterbatasan tertentu, belum sebagus sekarang. Saat ini, Bhinneka sudah mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat. Transaksi di Bhinneka.com disinyalir sudah mencapai ratusan miliar. Perjuangan Hendrik saat ini adalah bagaimana bisa mempertahankan posisi Bhinneka sebagai toko online sukses dan bersaing dengan toko online dalam negeri yang berafiliasi dengan pihak asing.

Bhinneka.com memiliki pengunjung dari seluruh Indonesia dengan rata-rata 50 ribu pengunjung setiap harinya. Namun, sebagian besar pengunjung berasal dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, dan Makassar. Meskipun jumlah pengunjung rata-rata 50 ribu orang setiap harinya, Hendrik mengatakan dalam sebuah kesempatan bahwa yang belanja hanya sekitar 10-20 orang perhari dengan maksimal belanja Rp2 juta. Kebanyakan dan pengunjung adalah anak-anak muda yang suka browsing di internet. Tak heran, bila mereka hanya melihat-lihat atau mencari informasi harga barang. Kendati demikian, Bhinneka.com tetap termasuk jajaran website terbesar di Indonesia.

Selain itu, Hendrik Tio juga pernah mengalami penipuan oleh pembeli. Pada awalnya, ia mengizinkan penggunaan kartu kredit untuk memudahkan pembeli yang memiliki kartu kredit. Dengan diizinkannya kartu kredit, maka jumlah transaksi naik drastis, tetapi Hendrik kemudian menemukan bahwa ternyata 30% dari transaksi dengan mengggunakan kartu kredit itu penipuan.

Terlepas dari masalah yang dihadapi Hendrik, ia tetap melakukan berbagai terbosan. Hendrik menyadari budaya masyakat Indonesia yang suka melakukan tawar menawar, oleh karena itu ia menyediakan fasilitas tawar menawar secara online. Terobosan ini adalah keunikan Bhinneka.com yang belum dimiliki oleh toko online mana pun.

Tak hanya itu, Hendrik juga menyadari bahwa orang Indonesia masih kurang percaya membeli hanya berdasarkan gambar dan spesifikasi saja. Oleh karena itu, Hendrik juga mendirikan Bhinneka secara offline agar pembeli dapat melihat secara langsung fisik barang yang mereka inginkan. Saat ini, Hendrik sudah membuka lebih dari 7 gerai di beberapa pusat perbelanjaan. Hendrik mengatakan bahwa ada sekitar 600 transaksi di Bhinneka setiap harinya, namun 50 % adalah transaksi secara offline.

Selain itu, Hendrik juga berusaha menambah varian barang yang ia jual. Ia menyediakan berbagai barang agar konsumen memiliki pilihan. Hendrik juga menawarkan barang-barang bermerek seperti Toshiba, HP, Lenovo, dan lain sebagainya. Untuk memasarkan dan mengenalkan Bhinneka ke masyarakat, Hendrik juga tak takut mengeluarkan uang ratusan juta. Bhinneka yang didirikan Hendrik Tio bersama temannya Johanne, Darsono, dan Tommy ini telah berhasil masuk dalam daftar toko online terbesar dan tepercaya di Indonesia. Mereka telah mempekerjakan lebih dari 200 karyawan.

Tips dan Quote

Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari perjalanan bisnis online Hendrik Tio, yaitu : Pertama, jangan takut berkolaborasi dengan teman. Hendrik mengemukakan dalam sebuah video bahwa kerjasama dengan beberapa temannya adalah salah satu rahasia mengapa Bhinneka bisa bertahan hingga sekarang.

Kedua, menciptakan pelayanan yang baik. Hendrik sering mengalami berbagai tantangan dalam melayani konsumen. Kadang konsumen telah memesan barang yang ada di toko online, tetapi ternyata dicek di gudang barangnya tidak ada. Alhasil, konsumen pun kecewa. Namun Hendrik tidak pernah lelah berjuang agar bisa memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen dengan konsep pelayanan dari hati ke hati. Tampaknya Hendrik menyadari bahwa apa pun yang datangnya dari hati juga akan sampai ke hati. Untuk menjadikan konsumen sebagai raja, maka Hendrik menyediakan fasilitas tawar menawar secara online. Konsep ini mereka klaim sebagai satu-satunya di dunia. Dengan adanya budaya lihat dan pegang dulu sebelum membeli, maka Hendrik juga membuka toko offline. Ia juga tak segan-segan membuat sistem COD, yaitu mereka mengantar barang dulu sampai ke rumah pembeli, kemudian pembeli membayar di tempat setelah menerima barang.

Ketiga, harus bersabar. Hendrik mengakui bahwa kesabaran tidak hanya dibutuhkan untuk membesarkan usahanya, tetapi juga melayani konsumen Indonesia yang memiliki pemikiran dan kemauan beragam.
Keempat, memberikan kepercayaan dan jaminan. Sebagian besar konsumen mengalami kekhwatiran belanja online karena takut ditipu. Tak heran bila barangnya sudah dikirim, tetapi mereka masih menelepon terus menanyakan dan memantau keberadaan barangnya. Untuk itu, Hendrik berupaya memberikan jaminan bahwa uang dan barang mereka aman.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.