Header Ads

Header ADS

Andy Aulia Prahardika, Penemu Sensor Deteksi Banjir untuk Landasan Pacu Bandara

Air memberikan kehidupan. Namun, genangan air atau banjir dapat menyebabkan kecelakaan transportasi di landasan pacu bandara.

Untuk itu, Andy Aulia Prahardika, mahasiswa teknik industri Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, merancang sistem sensor genangan air pada landasan pacu bandara dalam mendukung sistem keselamatan penerbangan.

Lewat hasil karyanya tersebut, ia berhasil meraih penghargaan World Inventor Order of Merit, Traffic and Transportation Order of Merit dalam ajang World Inventor Award Festival. Acara tersebut diadakan oleh Korea Invention News (KINEWS) di Seoul Garden Hotel, Korea Selatan, pada 14 Desember 2013, diikuti lebih dari 350 kalangan akademisi dan industri dari 30 negara.

Penelitian sistem sensor deteksi genangan air itu dilakukan Andy selama tiga tahun sejak masih kelas X SMA. Objek penelitian pertamanya adalah Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Dari pengamatannya, ia mendapati bahwa ketika landasan pacu tergenang air, pesawat urung terbang ataupun mendarat.


Putra seorang dosen di Universitas Negeri Semarang ini mencoba untuk mereka-reka, apakah mungkin diciptakan sebuah alat yang dapat memberikan peringatan agar pesawat tidak landing ketika landasan pacu tergenang air?

Dengan ketekunan dan bimbingan dari rekan-rekan ayahnya, ia membuat sebuah prototipe alat sensor genangan air atau banjir pada landasan pacu bandara. Prototipe ini lantas dikembangkan lagi ketika ia menjadi mahasiswa di Fakultas Teknik UGM.

Dalam penelitiannya, Effective and Environment Friendly Runway Flood Sensor System, ia menghasilkan beberapa rekomendasi early warning system tentang keadaan landasan pacu bandara secara real time dan otomatis.

Ia menjelaskan, sensor buatannya akan mengirim sinyal kepada petugas Air Traffic Control (ATC) apabila ada yang membahayakan pesawat saat akan mendarat. Kemudian, pihak ATC dapat langsung memberikan arahan kepada pilot tentang keadaan landasan.

Namun, sekadar memberikan peringatan belumlah cukup. "Oleh karena itu, alat sensor itu juga secara otomatis mensterilkan permukaan landasan pacu dari genangan air," ungkap Andy.

Andy mengungkapkan bahwa sistem sensor yang dibuatnya fokus pada bagian landasan pacu tertentu, yaitu pada bagian touchdown zone. Sebab, pada bagian ini pesawat akan menyentuh landasan pertama kali.

"Hingga saat ini, saya telah melaksanakan enam kali pengembangan. Saya dibantu oleh beberapa pihak dalam pelaksanaannya, mulai akademisi sampai pihak bandar udara," ujar Andy.

Andy masih memikirkan bentuk yang paling simpel untuk prototipe alat sensor banjir ciptaannya itu. Selain itu, soal penempatannya, apakah perlu ditanam atau diletakkan di sisi landasan pacu.

Penghargaan yang pernah diraih Andy bukan hanya World Inventor Award, di Seoul, Korea Selatan, la juga pernah menjadi nominasi Penghargaan Dirgantara Angkasa Pura 2 (2015), mendapatkan medali emas Cyber Inventor Genius International Fair, KOFAC- ACSIA di Seoul (Oktober 2012), medali emas di Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) di bidang teknologi (Februari 2011), medali perunggu untuk Portal Lise Category E-BIKO International ICT Olympiad (Mei 2013), medali perunggu di Hong Kong International Science Fair (HKITEA) (Oktober 2011), dan juara 1 Project Presentation, English Camp SMA RSBI se-Jawa Tengah (2012).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.