sponsor

Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Biografi

Tips

Dunia

Religi

Sains

Medis

Entrepreneur

Brand

» » » » » » Olive Avianca Savitri : Dekorator Kamar Kos Mahasiswa

Katanya punya bisnis dengan target pasar mahasiswa itu tidak bikin untung karena kantongnya pas-pasan. Olive Avianca Savitri berhasil membuktikan bahwa ungkapan itu salah dengan bisnisnya yang bernama Sliv Bedroom, rangkaian produk dekorasi interior bagi kamar kos-kosan mahasiswa atau bagi orang-orang yang berjiwa muda dengan harga terjangkau.


Kos-kosan adalah rumah kedua mahasiswa perantauan atau yang yang kampusnya jauh dari rumah. Olive yang asli Jakarta, saat itu kuliah di Jurusan Arsitektur Institut Teknologi Bandung, ingin kamar kosnya nyaman seperti di rumah dan sesuai selera pribadinya. Akan tetapi, tidak banyak pernak-pernik interior yang sesuai selera anak mudanya. Banyaknya kampus di Bandung dengan sedikitnya pernak-pernik interior khusus anak muda di pasar membuat Olive menemukan satu peluang emas berbisnis.

Suatu waktu di tahun 2007, wanita kelahiran 1982 ini merealisasikan idenya. la survei bahan baku, mencari bahan-bahan yang unik untuk dijadikan karpet, seprai, bed cover, dan lainnya. Olive juga survey penjahit dengan cara menjahitkan satu item di beberapa penjahit. Penjahit yang hasilnya bagus diajaknya kerja sama. Modal awal olive berasal dari pinjaman orang tuanya sebesar Rp.15 juta.

Produk yang ditawarkan Sliv Bedroom memang unik dan khas anak muda sekali. Karpetnya tidak selalu berbentuk persegi panjang, ada bentuk hati, oval, bulat, meliuk, dan sebagainya. Ada juga seprai, bed cover, sarung bantal, gorden, kantong sepatu, sarung CD, lampu, dan cermin, semua warna-warni. Semua barang itu bobotnya sangat ringan, jadi memudahkan mahasiswa saat ingin pindah-pindah kos. Harganya pun sangat terjangkau, misalnya karpet kecil ukuran 1x1,5m Cuma Rp.45.000

Setelah punya stok barang, Olive mulai mempersiapkan diri untuk berpromosi. Ia menyewa kamar tamu di rumah kosnya yang seringkali kosong seharga Rp. 400.000/bulan. Kamar itu ia dekor menjadi kamar showroom sekaligus toko, denqan tempat tidur, rak, dan cat ulang dinding. Cara awal Olive berpromosi adalah dengan menyebarkan brosur di daerah Dago setiap malam Minggu, juga mengetuk rumah-rumah kos satu-persatu untuk membagikan brosurnya.

Langkah promosi Olive di minggu-minggu awal usahanya tidak meningkatkan penjualan secara berarti. Tokonya tetap sepi. Putar otak, ia mencoba strategi lain, masuk majalah. Olive mengirimkan sampel produknya ke majalah-majalah remaja & anak muda yang sesuai target pasarnya, dengan harapan redaksi akan menulisnya. Meskipun awalnya dimuat cuma beberapa kata saja, Sliv Bedroom masuk majalah, toko Olive pun mulai ramai.

Setelah bisnisnya stabil, Olive membuat www.slivbedroom.com untuk memperluas pasar Sliv Bedroom. Di sana Olive menyediakan jasa konsultasi interior gratis berdasarkan insight bahwa konsumen yang datang ke toko/website ternyata masih bingung ingin mendekor kamarnya seperti apa. Setelah berkonsultasi, konsumen akan mendapatkan konsep dekorasi untuk kamarnya. Konsultasi gratis ini berhasil mendongkrak omzet, karena konsumen menjadi tertarik membeli barang-barang yang ditawarkan di konsep dekorasi dari Sliv Bedroom.
Sekarang produk Slim Bedroom sudah menyebar ke seluruh Indonesia, tidak hanya di Bandung saja.  Sukses menggarap pasar mahasiswa tahun 2009, Olive pun menjadi Juara 1 Lomba Wanita Wirausaha BNI-Femina.

QUICK TIPS
  1. Temukan celah pasar yang belum disasar pengusaha lainnya
  2. Mengirimkan sampel produk (terutama jika biaya produksinya tidak tinggi) ke berbagai media adalah salah satu strategi public relation (PR) yang sederhana tapi mengena

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply