sponsor

Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Biografi

Tips

Dunia

Religi

Sains

Medis

Entrepreneur

Brand

» » » » » » » » » Sir Bernard Katz : Biofisikawan Sinaps Peraih Nobel

Sir Bernard Katz FRS lahir di Leipzig, Jerman, Pada 26 Maret 1911. Ia merupakan seorang biofisikawan. la menimba ilmu di Konig Alberc Gymnasium di kota kelahirannya pada tahun 1921-1929. Kemudian, ia melanjutkan studi ilmu kedokteran di Universitas Leipzig.

Sir Bernard Katz menerima gelar dokter pada tahun 1934. Namun, tak lama kemudian, ia melarikan diri ke Inggris pada bulan Februari 1935, karena bangkitnya Hitler telah membuat dirinya yang merupakan campuran Yahudi Rusia terancam.

Sesampainya di Inggris, Sir Bernard Katz bekerja di University College of London (UCL), yang pada mulanya berada di bawah perwalian Archibald Vivian Hill.

Sir Bernard Katz mendapatkan gelar Ph. D. pada tahun 1938, dan memenangkan Beasiswa Carnegie untuk belajar dengan John Carew Eccles di Sydney Hospital, Australia. la dinaturalisasikan pada tahun 1941, serta bergabung dengan Royal Australian Air Force pada tahun 1942.

Sir Bernard Katz menghabiskan masa Perang Pasifik sebagai perwira radar. Pada tahun 1946, ia kembali ke UCL sebagai direktur asisten. la diangkat sebagai guru besar di UCL pada tahun 1952. la juga diangkat sebagai Kepala Bagian Biofisika, serta diutus ke Royal Society. Namun, jabatan Kepala Bagian Biofisika tetap dijabatnya hingga tahun 1978 saar ia menjadi profesor emeritus.

Penelitian Sir Bernard Katz berhasil menemukan sifat sinaps yang sesungguhnya, yakni suatu persimpangan yang membuat antarsel saraf mengirimkan sinyal satu sama lain dan ke jenis sel lainnya.

Sejak tahun 1950-an, Sir Bernard Katz mempelajari biokimia dan aksi asetilkolin, sebuah molekul sinaps yang dengannya sinaps menghubungkan “saraf motorik" ke otot untuk merangsang kontraksi.


Sir Bernard Katz memenangkan penghargaan Nobel dalam bidang fisiologi atau kedokteran atas penemuannya tentang pembebasan neurotransmiter pada sinaps yang bersifat "kuantal” -yakni di setiap sinaps tertentu, jumlah neurotransmiter yang dibebaskan tak pernah kurang dari jumlah tertentu, dan jika lebih selalu merupakan perkalian bilangan integral pada jumlah ini.

Karya Katz telah memacu pengaruh studi organofosfat dan organoklorin, basis studi pasca perang untuk perantara saraf dan pestisida, sebagaimana yang ditentukannya bahwa siklus enzim kompleks dapat mudah terganggu.

Sir Bernard Katz berbagi hadiah Nobel dalam bidang fisiologi atau kedokteran pada tahun 1970 dengan Julius Axelrod dan Ulf svante von Euler atas karya mereka tentang biokimia saraf.

Sir Bernard Katz dianugerahi gelar kebangsawanan pada tahun 1970. Dan ia meninggal dunia pada 20 april 2003 di London dalam usia 92 tahun. (http://biografi.biz)

Kategori : Sains / Sumber : http://biografi.biz/sir-bernard-katz

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply